PERBEDAAN PESANTREN DAN BOARDING SCHOOL

Saat ini di kota-kota besar mulai menjamur sekolah-sekolah yang membawa konsep boarding school.
Sekolah-sekolah ini rata-rata menawarkan konsep pendidikan berasrama yang mirip dengan konsep pesantren. Namun apa sebenarnya perbedaan pesantren dan boarding school?

Pesantren merupakan lembaga pendidikan indigenous Indonesia, seringkali diterjemahkan ke dalam Bahasa Inggris sebagai Islamic boarding school. Menurut KH. Imam Zarkasyi, salah satu pendiri Pondok Modern Darussalam Gontor, pesantren adalah lembaga pendidikan Islam dengan sistem asrama, dengan kyai sebagai sentral figurnya dan masjid sebagai titik pusat kejiwaannya. Di sini terlihat bahwa unsur utama pesantren ada tiga, yaitu kyai, asrama dan masjid. Oleh sebab itu pesantren dan boarding school memiliki perbedaan yang jelas.

Adapun boarding school sendiri memiliki makna yang lebih luas. Dalam Cambridge dictionary, boarding school berarti ‘sekolah di mana murid tinggal dan belajar’. Boarding School bermacam-macam bentuknya. Di Indonesia, sekolah-sekolah yang berlabel boarding school kebanyakan adalah sekolah yang didirikan oleh suatu lembaga tertentu di mana para murid tinggal di asrama yang dibina oleh pengawas atau fellow.

 

https://pesantrenkhairunnas.sch.id

Pada saat pendirian, pesantren dan boarding school juga memilikit perbedaan. Pesantren, sesuai dengan definisi yang disebutkan di atas, rata-rata didirikan oleh seorang atau beberapa kyai yang memiliki visi dan misi yang sama. Dari situ baru berkembang dengan didirikannya yayasan atau badan wakaf bagi pesantren yang sudah diwakafkan. Perkembangan pesantren selanjutnya biasanya berpusat di sentral figurnya, yaitu kyai. Semakin besar dan berkarisma kyai nya, maka semakin besar juga pesantrennya.

Berbeda dengan pesantren, boarding school biasanya sudah memiliki yayasan sebelum didirikan. Dari kesepakatan yayasan tersebut baru kemudian didirikan boarding school. Kepala sekolah di boarding school ini ditunjuk langsung oleh pihak yayasan. Tidak seperti pesantren, kebijakan pengembangan boarding school terletak di pihak yayasan dan kepala sekolah boarding school berperan sebagai eksekutor di lapangan.

Dari kurikulum yang diajarkan, rata-rata boarding school mengadopsi kurikulum pemerintah atau bahkan kurikulum dari luar negeri, seperti International Baccalaurate Organization (IBO), Cambridge dan sebagainya. Kurikulumnya lebih menitikberatkan kepada pelajaran-pelajaran bersifat sains dan teknologi. Maka tidak heran jika banyak boarding school yang menjadi langganan juara olimpiade sains di dalam maupun luar negeri. Biasanya sekolah-sekolah ini memiliki program bimbingan khusus untuk minat dan bakat yang mereka miliki sejak dini.

Komentar